Showing posts with label About Owner. Show all posts
Showing posts with label About Owner. Show all posts

Tuesday, February 24, 2015

THE UNSEEN - 1

Udah lama rasanya saya gak nulis di blog ini, saya masih duduk sebagai mahasiswa dengan tugas yang membabi buta.
Secara mengejutkan kemarin-kemarin ada yang nanya tentang blog saya yang apa adanya ini.. Wah, saya pikir ada yang baca ya. Terimakasih sekali.. :)
Dia bilang blog saya ini terlihat emosional. Padahal mungkin tidak selalu. Ada kalanya blog saya ini memposting tulisan yang nyeleneh. Hahaha.
Intermezo jari tangan saya terlalu panjang, padahal saya intinya ingin menceritakan sesuatu yang mungkin seharusnya bisa membuka banyak 'mata'.




Tidak semua orang bisa memahami proses belajar orang lain, yang ada.. 'sekali salah, ya dia bodoh'.
Contohnya begini, anggaplah kita anak kecil, yang tidak selalu benar dalam belajar, pada hakikatnya memang selalu ada yang salah dalam proses belajar menjadi benar.
Anak kecil belajar mengkalikan angka, ketika itu dia salah dan mendapatkan nilai 0, atau bahkan ia tidak naik kelas.
Ini lah proses belajar, mayoritas akan menganggap dia bodoh, tanpa tau, alasan kenapa dia bodoh.
Dan sisanya, yang amat-sangat jarang terjadi, akan tetap berteman dengannya dan mengetahui kenapa dia bodoh.

Seperti itu pula hidup.

Beberapa bulan lalu, saya bicara panjang lebar memutar arah kesana kesini dengan seorang lelaki, dari agama yang berbeda. Yang saya salut, dia jauh lebih menghargai saya, dibanding mungkin beberapa orang yang satu agama.
Ini yang saya ingin beritahu kepada kalian semua.
Waktu itu saya pakai foto SMA saya, yang masih belum pakai kerudung. Lalu dia tanya kenapa..
Pada saat itu, dia adalah orang kedua yg bertanya.
Saya bilang, saya kangen masa SMA. Lalu dia tanya tanya tentang kerudung.
Ya.. saya jujur, hanya belajar memantaskan diri.
Saya masih belajar, sudah tentu masih banyak salahnya.
Saya bilang dengan bahasa informal.

"Kadang orang itu gak tau ya apa yang kita lakuin. Kalo salah dikit, salah aja seterusnya. Padahal kan gak gitu. Emang orang lain tau ibadah aku? Kan enggak."
Lalu saya jelaskan apa yang saya lakukan sedari dulu sebelum pakai kerudung. Mulai dari yang wajib hingga yang sunnah.

Dia kaget. Dia non-muslim, dan sekolah bertahun-tahun di sekolah negeri dengan mayoritas islam dan mengharuskan dia tau mengenai Al-qur'an, Al-fatihah, atau hal-hal kecil lainnya. Saya juga kaget ketika saya tau, dia mengerti istilah-istilah islam.. seperti khatam, istigosah, itikaf, atau bahkan sunnah ketika dia tau apa yang saya lakukan.
Saya kaget, karena dia bilang, banyak temen dia yang tidak bisa seperti itu.

Lalu saya bilang..
"Bukan maksud aku sombong, naudzubillah himindzalik. Tapi kan kenyataannya emang orang gak tau ibadah apa yang kita lakuin. Yang wajib itu susah, contohnya.. Kamu ke gereja juga kadang males kan? Tapi tetep kamu jalanin, karna kamu tau itu wajib. Se-eggaknya, aku tau apa kewajiban aku.. Soal bener atau ngga, Allah yang hitung. Namanya juga usaha, masih banyak salahnya.. Godaannya apalagi."

"Ada.. yang nasehatin, jangan buka kerudung, nanti gini-gitu.. Eh.. taunya mabok. Kan aneh.. Ada yang gak pakai kerudung malah lebih rajin ngaji nya, ada.. Terus mana yang bener? Bener-salah itu relatif. Yang absolut itu Allah yang tentuin. "
Gak usah usil, gak usah merasa selalu benar.
 Toh kita sendiri gak tau apa yang mereka rasain ketika menjalankan proses belajarnya.

Salah? Ya perbaiki!
Para hadirin sekalian, yang mungkin lebih pintar..
Ada waktunya ketika yang salah itu bisa diperbaiki, ada waktunya.
Tidak melulu dalam hitungan detik bisa memahami cara memperbaikinya.
Memangnya semua bisa diperbaiki dalam hitungan detik? Memangnya semua kesalahan bisa dihapus pakai penghapus kertas? :)


Selama ini, banyak pengalaman yang bisa diambil.. banyak juga hal yang ternyata luput dari proses 'menghargai'. Hikmah dari apa yang telah dilakukan.
Di agama yang berbeda, bahkan pelajaran PKN sekalipun, tidak luput dari kata saling menghargai. 
Ini yang sulit setelah beranjak dewasa dan semua kalian anggap seolah tatapan kalianlah yang paling benar.

Begini..
Tidak semua orang yang tidak menggunakan hijab itu buruk, terlepas dari amalan Allah.
Al-qur'an memang mengharuskan wanita berhijab, menutup aurat.. Tapi..
Siapa sangka yang tidak pakai kerudung itu khatamnya sudah berkali-kali?
Siapa sangka yang tidak pakai kerudung itu kental dengan ibadah masjid?
Siapa sangka yang pakai kerudungpun bisa melakukan hal haram?
Apa bisa kalian mengukur dengan konkrit amalannya?
Allah yang mengatur seberapa berat amal dan dosanya. Bukan kita. Bukan kamu.
Jadi untuk apa kamu menghakimi urusan orang lain?
Mengingatkan itu perlu.. Tapi perlu digaris bawahi, mengingatkan itu bukan menghakimi.

Si A baik karena begini, si B buruk karena begitu.

Yang salahnya itu, bisa bermacam macam.
 Proses saya belajar, tentu berbeda dengan kamu.
Coba aja orang punya cara pandang yang lebih lapang. Tidak hanya benar-salah, tapi juga pemahaman sebab-akibat.

Saya pribadi, sebelum pakai kerudung banyak yang tanya.. Kapan pakai kerudung.. karena mereka tau saya sebenarnya seperti apa..
Ketika saya belajar pakai kerudung, banyak  yang tanya kenapa..

Pada akhirnya ada masa ketika kamu tau, siapa yang patut dihargai ketika melihat kamu salah.

Kamu tidak tahu apapun alasan konkrit dari pilihan memakai, atau tidaknya sehelai kerudung.
Jangan hanya menilai, memakai itu baik, dan tidak itu buruk.
Namanya belajar, prosesnya berbeda.
Apapun konteksnya, ada yang terbiasa 'belajar' dari kecil..
Ada yang sedang mencoba 'belajar' pada waktu-waktu tertentu..
Atau ada yang salah ketika 'belajar'
Bahkan ada yang masih menunggu 'niat' untuk belajar

Alasan itu banyak, hanya saja tidak terlihat karena benar-salah itu terlalu sering dibicarakan.:)

Sunday, June 1, 2014

Belajar Memantaskan Diri

Selamat malam. Udah lama saya gak nulis di blog saya sendiri.

Udah 1 bulan lamanya saya berhijab sekarang. Sempurna? Belum.
Siapa yg bilang saya berhijab lantas saya sempurna? Tidak.
Saya masih banyak sekali kekurangannya dibandingkan mungkin dengan kalian.
Saya hanya seorang perempuan, mahasiswa, yang sedang memantaskan diri untuk surga. Atau dalam islam, Jannah.

Sebulan saja berhijab, saya merasakan hikmah yg Alhamdulillah luar biasa menurut saya.
Tidak prelu saya jelaskan disini, tidak perlu. Cukuplah saya yang tau, cukuplah saya yang bersyukur, dan saya tidak ingin ria karenanya. Allah Maha Tahu dan Maha Mendengar.
Bukan berarti saya mengajak kalian untuk berhijab. Tidak. Bukan berarti saya menghasut. Tidak.
Bukan berarti saya berlebihan. Tidak. Bukan berarti saya meninggikan bias kepercayaan diri saya seakan-akan saya luar biasa. Tidak.
Tidak karena semua itu.
Saya hanya ingin kalian tau, bahwa tulisan ini saya buat hanya untuk dinikmati, dan kalian akan tau, saya hanya perempuan biasa.  Silahkan, itu hak kalian apa yang kalian pikirkan.

Saya perempuan biasa. Sudah beberapa tahun lamanya, saya baru siap untuk berhijab sekarang.
Pada awalnya, jujur saja saya tidak siap. Sama sekali tidak siap.
Alasan klasik. Saya masih ingin memainkan rambut gelombang saya, seperti anak umur 10 tahun.
Bukankah itu alasan mengapa semua wanita belum siap berhijab? Mahkota yg sangat cantik tergerai bebas.

Bukan bermaksud untuk sombong, naudzubillah himindzalik. 
Orang yang kenal saya dekat, tau saya seperti apa, tau kebiasaan saya apa, tau bagaimana saya dalam memantaskan diri saya untuk Jannah, bagaimana usaha saya untuk mendapatkan pahala.
Mengaji, khatam, istigosah, semua puasa sunnah, puasa wajib, khatam, itikaf, atau apapun itu.. banyak sekali keuntungannya bukan? Untuk ini lah.. Untuk itu lah.. Agar ini lah.. Agar itu lah..
Bukan saya merendah, tidak.
Tujuan saya satu, hanya mengejar pahala. Itu saja. Allah Maha Tahu saya berbohong atau tidak, itulah alasannya.
Ketika semua orang bertanya, "buat apa sya puasa isra mi'raj?" "ngapain ke mesjid agung?" "senin-kamis lagi? buat apa?" "itikaf?buat apa?" Saya hanya menjawab, ya.. buat nambah pahala aja, buat apa? Itungannya mah gimana Allah aja ntar. Hehehe. 
Pasti.. bertanya... "Kenapa gak pake kerudung aja sya, sekalian"
Saya hanya bisa tertawa. (tapi jujur saja, saya bertanya pada diri saya sendiri.. "kapan ya siapnya?"

Mungkin kalian bilang bahwa saya berlebihan, terserah. Yang jelas, itu yang memang saya rasakan, itu yang memang saya lakukan.
Saya hanya ingin belajar memantaskan diri saya untuk Jannah. 

Saya, sudah melihat kebesaran Allah, pada bulan Ramadhan tahun 2012. Setelah malam tarawih, di minggu pertama yang membuat saya terkesima.. Subhanallah.. dan Pada tahun sebelumnya, bulan Ramadhan 2011, dengan kebesaran yang berbeda.
Saya berlebihan? Terserah.
Mengapa saya tidak bercerita disini? 
Satu kemungkinan, kalian akan merasakan seperti apa rasanya, jika kalian jadi saya, jika kalian lihat apa yang saya lihat, jika kalian mengalami 19 tahun hidup saya, jika kalian melakukan apa yang saya lakukan.


Benar rasanya, husnudzon Allah kepada saya, bahwasanya Allah sayang saya, Allah perduli, Allah melihat dan Allah mendengar, seperti terbayar sudah.. terbayar sudah hingga detik itupula saya berfikir..
Allah memang memperhatikan saya.

Ah.. rasanya sulit saya deskripsikan bagaimana, mengapa, awalnya seperti apa dan lain sebagainya, dan jikapun saya bisa, pasti tidak akan dengan mudah kalian terima dengan nalar otak.


Singkat cerita, satu bulan yang lalu.. Entah mengapa, saya amat tidak tau..
Malam itu, saya asyik liat gallery foto di smartphone saya, saya berhijab disitu. Foto yang saya ambil ketika ada pengajian rutin keluarga.
Tiba tiba, saya memperhatikan diri saya sendiri.. "Gimana ya kalo dikerudung?" 
Saat itu juga, saya ambil kerudung yang saya punya.. Saya coba coba.. saya pakai.. saya berkaca.. saya tanya semua keluarga saya hahaha. Lucu memang, tapi itulah adanya.. Saya merasa belum siap.. tapi saya ingin siap..
Apa Allah yang membalikan hati saya?

Beberapa minggu sebelumnya, dipengajian rutin hima, saya berhijab.. Dan saya berdoa di depan kaca kampus.
"Yaa Allah.. Semoga bisa siap secepetnya deh ya. Semoga dikasih hidayah" Do'a itu saya juga sambil cengengesan, senyum senyum iseng.Dan mulai saat itu, saya bertanya kepada teman-teman saya, "How does it feels like, wearing hijab?" Serius. Saya sampai menanyakan sedetail mungkin, dan saya bilang kepada siapapun yang saya tanya, bahwa saya galau.. saya dilema.. saya takut.. hal itupun, saya bicarakan sambil tertawa santai.

Senin pagi, setelah saya galau setengah mati, saya tidak bisa tidur,  akhirnya, saya memutuskan untuk berhijab. Entah mengapa saya memutuskan itu. Saya sudah sepenuhnya siap? Belum.. Saya tidak sempurna.
Saya haya belajar.. memantaskan diri.

Saya pernah baca bukunya Hippo Santosa..
Isinya, beliau bilang..
 "Mau tau kenapa jodoh belum saja datang? Mengapa lama sekali datangnya? Mengapa tidak datang datang?
Allah sedang memberi kalian waktu, untuk memantaskan diri kalian. Contohnya saja, misalnya, kalian meminta jodoh kalian itu ingin yang seperti A B C D E F G hingga Z dalam do'a yang kalian panjatkan. Ibaratnya, Allah menghitung, berapa nilai do'a yang kalian minta kepada Allah. Misalnya, do'a kalian 10.. Meminta jodoh yang seperti ini dan itu. Ketika kalian meminta jodoh bernilai 10, misalkan, yang ibadahnya rajin ganteng, orang kaya, pintar, bisa menjadi imam yang baik. Jika kalian saja nilainya masih 6,5 kan belum pantas.. Maka.. sebelum dikabulkan.. Pantaskan dulu agar seimbang.

Saya lupaaaaaa tepatnya bagaimana buku itu dijelaskan. Tapi ya.. itu penulisan singkat untuk apa yg saya tangkap. Jika kalian tidak percaya, silahkan baca sendiri saja versi yang asli hehehe.
Jika kalian memang berfikiran negatif mengenai apa yang saya tulis, atau bahkan mengenai diri saya sendiri.. Ya.. Lillahita'ala.

Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (Qs. Ar-Rum: 59 - 60)

Jika kalian ingin mencibir.. Silahkan..
Tapi, jika saya jadi kalian, saya akan berfikir 2x karena ayat diatas. hehe. Apa kalian golongan org yang hatinya terkunci? tidak mau memahami? dengan kata lain... tidak meyakini kebenaran ayat-Nya? :)
Tidak perlu saya tanyakan kenapa.. Pintu hati yg terkunci, hanya yang punya kunci yang bisa buka kan?


Pada intinya, saya hanya memantaskan diri saya.. entah itu untuk jodoh, untuk rezeki, atau untuk Jannah..
Jika Allah saja sudah memberikan perhatiannya kepada saya, karna itu yg saya rasakan.. Mengapa tidak saya  belajar pantaskan diri saya, untuk berada lebih dekat dengannya? :)



Monday, March 25, 2013

I was born to be Virgonian

Ngga pernah kepikiran sebelumnya kenapa gue dilahirin di bulan September..
Pernah kepikiran gak kenapa lo dilahirin di hari lahir, bulan dan tahun itu?
Jujur aja.. Gue kira itu sih takdir.
Tapi ternyata............................... (drum roll)
Ya emang takdir sih, tapi gue tau kenapa gue ditakdirkan lahir ditanggal, dan bulan itu.
Gue emang ditakdirin untuk jadi seorang Virgonian.
Kenapa?

Hang on... I'm gonna tell you why, as soon as am blinking
Setelah gue iseng memperdalam pengetahuan gue tentang zodiak gue sendiri, berkali kali pula gue bilang "Ya ampun! Bener banget!" Atau..... "Lord! That's soooooooooooooo meee!"

Beginilan rencana Yang Maha Kuasa, Beliau menciptakan gue sebegini rupa dengan sifat gue yang segitu rupa dan Beliau pula lah yang menakdrikan harus lahir dibulan September. Karna (mungkin) zodiak di bulan itulah yang menggambarkan 'gue'

Here's the examples
1. Everyone comes to Virgo about their problems but often times, Virgo doesnt know where to go when they need someone.
Benar... Benar sekali...  Gue orang yg paling suka dicari sama temen-temen gue. Kebanyakan dari mereka ngerasa nyaman curhat sama gue. Lah gue.... kadang entah mesti curhat kemana, ujung ujungnya mentok entah kemana.... Keluarga dan Allah lah tujuan utama.
 2. One mess up and  a Virgo can never look at you the same way, ever again.
Benar... Benar sekali... Sekali gue ngerasa ada org yg bikin gue risih karna attitude, atau bahkan candaan dia.. well... yah pandangan gue bisa berubah detik itu juga.
3. Virgo is known to have sudden mood swings
Benar... Benar sekali... Gue orangnya emang mood-mood-an kebanyakan org blg begitu sih hehehe.
4. Virgo can alway sense when someone is lying to them
Benar... Benar sekali.... Entah kenapa ya, kalo ada org ngebohong dan gue rasa dia bohong.. Perasaan itu kebanyakan sih bener.
5,Virgo is trustworthy but they dont trust easily
Benar... Benar sekali... To be honest, gue orangnya bisa dipercaya. Serius, bukan narsis. Karna menurut gue setiap org punya rahasia, dan dikala gue dipercaya untuk tahu rahasia itu, menurut gue itu suatu kehormatan dan penghargaan. Tapi... bener... gue gak begitu gampang percaya sama orang,it takes time for me.
6. If you dislike a virgo, leave them alone and they will do the same in return.
Kejam memang... Tapi ini untuk kesekian kalinya.... ini benar... benar sekali...



Sebenernya masih banyak banget fakta Virgo yang gue banget... tapi kalo gue nulisnya kebanyakan, gue yakin lo juga males bacanya, ya gak?

Sekarang gue tau kenapa gue virgo...
Because i was born to be Virgonian :)
 

Monday, October 8, 2012

I am (wanna be) a Lion

Gue suka harimau.
Dia besar, disegani, dihormati, ditakuti.
Kalo semua orang bisa berubah jd hewan, gue pilih harimau.
B'cause I think I've common things with it.
Dimata gue.. Dia hebat.
Karena dia itu tegas, jinak disaat yg tepat, dan geram disaat terancam. Bisa memposisikan.
Dia dihormatin oleh semua isi hutan walau dalam cerita dongeng. Atleast, dia dihormati.
Ada istilah bahwa dia adalah penguasa hutan, terlepas dari Yang Maha Kuasa.

I do admit that I'm admiring Lion so deep.
Matanya, menatap tajam.
Badannya besar, tegak dan gagah.
Diam, tapi berwibawa.
Geramnya, menyeramkan.
Pemimpin yg baik untuk pengikutnya.
Bijaksana dalam memerintah.
Cepat dalam bergerak.
Tegas dalam memutuskan hal memangsa.
Gigitannya yg tajam untuk melahap mangsanya.
Dia bisa jinak disaat dia gak laper. Tapi... Jangan harap kamu bisa tarik ekornya dan lari hidup hidup kalo dia lg laper.

Jangan harap kamu bisa meluk atau sekedar mengelus se-ekor harimau, disaat kamu blm tau jelas bagaimana dia sebenarnya.
Dia hanya jinak kepada siapapun yang disukainya.
Dia hanya sayang kepada siapapun yang menyanginya.
Dia hanya dekat dengan siapapun yang ia percaya.
Dia hanya ingin bersandar kepada siapapun yg membuatnya nyaman.
Dia hanya menyukai orang yang memberinya makan.
Dia menggeram saat dia terancam.
Dia mengancam saat dia merasa diancam.
Dia bukan koala yg bisa bergelayutan disembarang pohon.
Atau dia bahkan bukan kucing yg bisa diem dirumah siapapun.
Dia harimau. Harimau yg bebas.

Monday, September 10, 2012

18 Yang terbaik!

20.22 Jemariku masih menari dengan sendu di atas keyboard.
Tanpa suasana yang menyenangkan, rasanya hambar.
Tapi.. di saat itu. Di saat yang bener bener aku ngerasa sepi..

Pintu kamar dibuka.
Aku kira sih itu orang lain. Pengantar catering atau sekedar temen dari kamar lain yang aku belum tau pasti.
Tapi ternyata, berdiri disana banyak orang yang bener bener aku harepin buat dateng.
Bunda.. Yanda.. Kak Friska.. Dinni.. Nanan... Dina, dan Rafli :')
Ah Subhanallah... Rasanya lemes, seneng gak karuan.
Sampe akhirnya aku kaget, berdiri dari tempat duduk setelah nulis post dibawah itu.
Meluk Bunda sampe aku nangis dengan ekspresi yang aku yakin itu konyol sekali -_-

Mereka... Mereka yang tersayang, dateng bawa cake, kado, bunga dan coklat.
Kaget. Banget.
Aku kira mereka ngga akan sempet dateng ke asrama cuma buat ngasih surprise.
Aku pikir mereka bener bener sibuk sama kuis, dan mata kuliah masing masing
Aku pikir Bunda sama Kakak jg ngga akan dateng.

Ya itulah alesan kenapa aku nulis yang judulnya 10 September itu...

Ini.. Hari ini. Hari yang luar biasa. :')
Nanan, Dini, Dina.. Makasih udah bisa ngeluangin waktu kalian di tanggal ini.. 
Grozav yang lainnya.. Asti, Ken, Sani, Wita...
Aku yakin kalian tau hal ini, dan aku juga yakin kalian sibuk banget. Tapi aku mau bilang makasih banyak buat pengorbanan dan ke-mau-an kalia buat ngasih aku hadiah :')
Aku sayang kalian. Se-iya-nya aku punya temen disini, kalian bakal selalu jadi yg terbaik dari  yang baik.

Bunda, Yanda dan Kak Friska dan Kak iput...
Nah yang ini, terimakasih satu miliar kalipun ngga akan cukup buat bayar semua pengorbanan usaha dan kerja kerasnya.
Makasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhh banyak.
Neng sayang sama Bunda, Yanda Kak friska sama Kak iput. Selalu, bertambah setiap harinya.

Untuk Ratih terutama Rafli dan Oca ngga lupa aku bilang makasih banyak buat kalian..
Aku sakit, kalian bisa ada disaat yg lain ga ada. Apalagi Oca. Jangan bosen ya Ca hahaha.
Makasih Oca buat partisipasinya yang bikin aku sempet bete gara gara ngiranya ngga akan ada surprise ;p
Rafli... Makasih ditulis disini pun ga cukup, tanpa bantuan kamu. Mereka semua ngga akan bisa kesini.
Makasih untuk semuanya... :)


Ini  sih lebih kaya tanda terimakasih ya hahaha. Gak apa apalah..
Di post yang barusan, aku galau.
Dengan satu kejadian yang bikin aku kaget itu bikin mood aku nain 1838248923498 derajat!


Aku sayang kalian. Terimakasih banyak untuk hari ini.
Hari ini, gedung asrama ini, blogger ini, dan kalian semua.
Jadi saksi hidup dan saksi bisu otentik kalo aku hari ini lebih dari sekedar bahagia.

Malaikat-dunia ..
Terimakasih banyak :')

 Bidadari-nyata, terimakasiiiiihhhhhhh sayang.. :')




Unforgetable moment!

--------------------------------------------------------------------Dengan Kasih Sayang & Terimakasih
                                                                                      Fasya Vadya Freedanella.


10 September 2012


Pagi ini aku bangun, 'oh. 10 September' kataku seraya tersenyum kecil di atas tempat tidur.
Beberapa chat & messages yang masuk bertuliskan selamatulang taun dan do'a-do'a yang banyak tercamtum di dalamnya, ku baca satu persatu.
Namaku tertulis di personal message  setiap orang yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun.

Fa:  Hey Fasya Vadya Freedanella! Selamat ulang taun yang ke 18 ya!
Sya: Terimakasih :)
Fa: Kembali kasih.. Semoga harimu menyenangkan!

Sya: Terimakasih lagi, diriku. :)

Ku lewati hari ini. 10 September 2012 ini.
Di tiupi rasa dingin dari angin siang itu.
Di liputi mendung yang nyaris mirip denganku.

Ku tarik mood-temper ku ke arah yang lebih menyenangkan.
YES. Pagi-Siang terlewati dengan.............................................Biasa.
Masih dengan mood yang begitulah adanya.

Sore itu aku dikamar, asrama. Sendirian.
Macam ini ya ulang taun di asrama :')
Sepi.
Gak ada kado. Gak ada surprise. Gak ada yang special yang bisa di-ingat.
Bukan berharap. Tapi... Apa pengen hadiah itu adalah hal yang aneh?
Ya... Aku mempersiapkan diriku untuk yang terburuk sekalipun.
Jauh dari orang tua.
Sahabat yang sibuk dengan urusan masing-masing.
Orang-orang yang baru aku kenal dengan baru.
Di tempat yang baru.
Ngga banyak yang bisa aku harepin.
Ngga banyak juga yang bisa aku dapetin.
Mungkin akan, hanya belum.

Rasanya sedih. Bukan berlebihan.
Rasanya ingin ngga ulang taun.
Ingin pencet tombol 'Fast-forward' dan pindah ke 11 September, atau 10 September 2013. Atau.. 10 September 2011.
Gak ada yang special.

Kalo boleh aku flashback. Boleh deh untuk sekian menit ke 10 September 2011.
Dimana semua sahabat aku sembunyi disamping mobil aku dengan konyolnya, ngebawain cake, dengan kado sederhana yang meaningful.

Ya, gak bisa ngarep banyak disini.
Cuma bisa ngelamun.

Fa: Aku kangen sama masa-masa SMA. dimana semuanya bareng-bareng da punya waktu yang sama.
Sya: Ya sama.. Aku juga kangen. Tapi hidup itu pilihan. kalo kamu gak milih, kamu bakalan stuck ditempat.
Fa: Iya sih...Cuma yaa.............Selamat ulang taun aja deh buat kita Sya..
Sya: :') Iya.. Ini salah satu pengorbanan kita buat masa depan kita Fa.. Apapun yg udah kita korbanin, kita hrs ttp berjuang. Percuma dong masa berhenti ditengah jalan.
Fa: Iya sih. Semoga bibit yang kita tanam, akan berbuah yang terbaik.
------amin----

Selamat ulang taun Fasya. Allah adalah apa yang kita pikirkan. Percayalah Allah mempersiapkan lebih banyak kebahagiaan di masa depan.
Mungkin, 'pait'nya sekarang, mudah mudahan, manisnya sebentar lagi..

Maafin Fasya ya Fasya, di 10 September 2012 ini, aku ga bisa ngasih kita banyak hal yang menyenangkan untuk kita. Semoga do'a kebahagiaan, kesuksesan, kedewasaan, dan kelancaran rezeki dari orang orang yg ngucapin, bisa di kabulin sama Allah buat kita.

Hari ini mungkin sulit. Tapi hari esok, gak ada yang tau.
10 September ini 24 Jam, 1440menit, 86400 detik. Terasa sangat cepat berlalu.
Bingung, ingin stuck di hari ini. Tapi ingin secepatnya beranjak ke hari lain.

Selamat Ulang Tahun yang ke-18 Fasya.
Jadilah kuat, lebih kuat di setiap harinya.
Orang lain gak tau apa yg kita lewatin Sya.
Biarlah mereka judge apa yg mereka judge.

Aku sayang kamu, diriku.
Maafkan aku, belum bisa kasih hadiah seperti apa yang kamu mau.



-------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                                                            With Love from Me, to   My Self
                                                                                                                   Fasya Vadya Freedanella